Fakta-fakta FIFA Izinkan Atribut Pelangi di Piala Dunia 2022, Mengapa Akhirnya Melunak?

  • Share
Fakta-fakta FIFA Izinkan Atribut Pelangi di Piala Dunia 2022, Mengapa Akhirnya Melunak?

FIFA dikabarkan telah mengizinkan penggunaan atribut berwarna pelangi atau atribut pro LGBT masuk pada pertandingan Piala Dunia 2022.

Seperti diketahui, warna pelangi telah menjadi satu titik ketegangan selama di turnamen empat tahun ini. Hal tersebut terjadi karena banyaknya pemain, ofisial, dan penggemar yang ingin menunjukkan solidaritas terhadap komunitas LGBT atas hukum dan budaya seputar homoseksualitas.

Namun, Qatar selaku 2022 menentang adanya hal tersebut.

FIFA pun akhirnya memberitahu seluruh federasi sepak bola untuk menggunakan atribut pelangi selama pertandingan berlangsung. Namun diketahui, FIFA kini telah mengizinkan atribut LGBT masuk ke stadion.

Baca Juga:
Tak Kunjung Bertugas di Piala Dunia 2022, FIFA Dituduh Lecehkan Dua Wasit Terbaik Inggris Gara-gara Kampanye OneLove

Lantas, seperti apakah fakta aturan baru FIFA izinkan atribut LGBT masuk stadion? Simak informasi lengkapnya yang telah WMOTION.CO.ID rangkum dari berbagai sumber berikut ini.

1. Bermula dari Izinkan Fans Wales Masuk Pakai Atribut Pelangi

Kabar itu tersiar bermula dari fans Wales yang pada akhirnya diizinkan pakai topi pelangi pro LGBT atau homoseksual di Piala Dunia 2022 saat melawan Iran Jumat sore ini. Izin itu disampaikan asosiasi sepak bola Wales.

WMOTION.CO.ID – Kelompok pendukung LGBT Wales, yang dikenal sebagai Rainbow Wall. Sebelumnya mereka diminta melepas topi pelangi karena dinilai mendukung LGBT yang terlarang di Qatar.

Mantan pesepakbola Wales Laura McAllister termasuk di antara mereka yang disuruh melepas topinya.

Baca Juga:
FIFA Izinkan Fans Wales Pakai Topi Pelangi Pro LGBT ke Stadion Piala Dunia 2022 saat Melawan Iran Jumat Sore

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis Selasa, FAW berjanji untuk membahas masalah ini dengan FIFA.

Menanggapi FAW, FIFA telah mengkonfirmasi bahwa penggemar dengan topi Rainbow Wall dan bendera pelangi akan diizinkan masuk ke stadion untuk pertandingan Cymru melawan Iran pada hari Jumat,” begitu pernyataan FAW atau asosiasi sepak bola Wales, dikutip dari @FAWALES.

2. Menjadi Perdebatan

Sebelumnya, pihak Qatar menindak keras pihak yang membawa atribut berbau LGBT. Bahkan, para pasukan keamanan setempat melarang gerakan LGBT untuk masuk ke dalam stadion.

Meskipun begitu, beberapa suporter masih menunjukkan dukungannya terhadap komunitas LGBT dengan menggunakan pakaian pelangi pada saat menghadiri Piala Dunia. Seperti halnya yang dilakukan oleh para pendukung Wales yang tetap menggunakan topi ember pelangi.

Aksi nekat juga dilakukan oleh seorang , sehingga dia ditahan karena mengenakan kaus dengan gambar sepak bola pelangi di atasnya.

3. FIFA Lakukan Pertemuan dengan Otoritas Qatar

Disebabkan oleh hal adanya perdebatan yang terjadi, FIFA dikatakan telah mengadakan pertemuan dengan Komite Tertinggi Pengiriman dan Warisan Piala Dunia Qatar.

Dalam pertemuan tersebut, FIFA mengatakan bahwa semua orang harus bisa disambut di turnamen tersebut. FIFA juga meminta kepada otoritas Qatar untuk mengakhiri kebijakan menghapus atribut pelangi dari suporter.

Meskipun saat ini aturan tersebut telah dicabut dan FIFA mengizinkan atribut LGBT masuk ke dalam stadion, disebutkan diskusi akan tetap berlangsung dan pihak Qatar menyatakan tidak pernah membuat komitmen yang sama secara terbuka.

4. Alasan FIFA Akhirnya Melunak

Aturan ketat soal penggunaan atribut LGBT dalam Piala Dunia 2022 memang mendapatkan banyak tentangan dari berbagai pihak. Salah satunya yaitu datang dari negara peserta Piala Dunia 2022 yaitu Inggris, Denmark, dan mengancam akan meninggalkan FIFA apabila larangan kampanye LGBT tersebut tetap dilakukan.

Bahkan, Ketua FA Denmark (DBU), Jesper Moller telah mengungkapkan bahwa ia siap untuk berbicara dengan 55 negara anggota lainnya tentang kemungkinan mundur dari FIFA.

Melihat ancaman tersebut, Federasi Sepak Bola Dunia kemudian melunak dan memberikan izin untuk atribut LGBT masuk ke stadion.

Mengutip The Independent, penggemar yang akan hadir menonton di stadion sudah tidak akan lagi dilarang untuk menggunakan atribut pelangi. Kendati demikian, banyak pihak yang tidak yakin jika FIFA akan bertanggung jawab dengan jaminan yang mereka sampaikan.

Sementara itu, Qatar selaku tuan rumah juga telah memberikan jaminan terhadap isu tersebut setelah sejumlah insiden yang terjadi terkait larangan atribut bertema LGBT oleh kapten dari tuju negara anggota UEFA.

Kontributor : Syifa Khoerunnisa

#Faktafakta #FIFA #Izinkan #Atribut #Pelangi #Piala #Dunia #Mengapa #Akhirnya #Melunak

Sumber : www.suara.com

  • Share