Komnas HAM Tegaskan Korban Tragedi Kanjuruhan Meninggal Dunia Dipicu karena Gas Air Mata Polisi

  • Share
Kompetisi Bola Selain Liga 1 Indonesia Masih Berjalan Pasca Tragedi Kanjuruhan

WMOTION.CO.ID – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM menegaskan pemicu ratusan korban tragedi meninggal dunia karena gas yang ditembakan polisi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu, 1 Oktober 2022.

Hal tersebut didasarkan pada pemantauan yang dilakukan oleh tim pemantauan dan penyelidikan dari Komnas HAM terkait tragedi Kanjuruhan terhadap rencana pengamanan, prakondisi menjelang , beberapa dokumen, video, dan keterangan dari pihak kepolisian serta suporter (Aremania).

“Kami, sampai detik ini, menyatakan pemicu jatuhnya banyak korban adalah gas air mata,” ujar anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Choirul Anam dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Gas air mata ditembakkan pada Sabtu (1/10) malam sekitar pukul 22.08 WIB. Awalnya, suasana pertandingan sepak bola antara Arema FC melawan berjalan dengan kondusif, bahkan setelah pertandingan itu dinyatakan selesai dengan hasil pertandingan Persebaya menang 3-2.

Baca Juga:
Nama-nama yang Pantas Jadi Ketum di Tengah Kengototan Iwan Bule Ogah Mundur

“Lalu, sekitar 14 sampai 20 menit pasca-peluit panjang pertandingan dibunyikan (oleh wasit), kondisi masih kondusif,” kata Anam.

Setelah itu, beberapa Aremania mulai turun ke lapangan untuk memberikan semangat kepada tim yang mereka dukung itu.

“Detail kami melihatnya (melalui video yang menjadi barang ). Memang ada suporter masuk ke lapangan, tapi untuk memberi semangat. Tapi, gas air mata picu kepanikan suporter,” jelas Anam.

Selanjutnya, anggota Komnas HAM Beka Ulung Hapsara menambahkan Komnas HAM saat ini fokus membuktikan kebenaran dugaan mereka terkait penggunaan gas air mata sebagai pemicu banyaknya korban dalam itu dengan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

“Kalau kita bicara soal hasil laboratorium itu kan bukan hanya kandungan kimianya, melainkan juga analisisnya terhadap kesehatan. Itu kami menunggu dari hasil uji laboratorium,” ujar Beka.

Baca Juga:
Buntut Tragedi Kanjuruhan, KontraS Endus Ada Lobi-lobi Politik Indonesia Lewat Erick Thohir Agar Tak Disanksi FIFA

Hal tersebut juga didasarkan temuan Komnas HAM pada kondisi sejumlah jenazah korban tragedi Kanjuruhan yang di beberapa bagian wajahnya terlihat berwarna kebiruan. Lalu, ada pula korban yang mulutnya mengeluarkan busa.

#Komnas #HAM #Tegaskan #Korban #Tragedi #Kanjuruhan #Meninggal #Dunia #Dipicu #karena #Gas #Air #Mata #Polisi

Sumber : www.suara.com

  • Share