Orang Indonesia Rawan Tertipu Hoaks dan Misinformasi

  • Share
Ilustrasi internet. [fancycrave1/Pixabay]

WMOTION.CO.ID – Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai, orang Indonesia terpapar hoaks hingga rentan menjadi target penipuan di dunia maya.

Pasalnya, Nadia mengatakan, orang Indonesia tidak memiliki kemampuan digital yang mumpuni.

Hal itu tak sebanding dengan tingginya jumlah di Indonesia.

“Faktanya, masyarakat Indonesia cukup rawan terpapar hoaks dan misinformasi, terlibat dalam perundungan siber, serta menjadi target penipuan di dunia maya,” kata Nadia dalam keterangannya, Senin (10/10/2022).

Baca Juga:
Simak 3 Tips Menghindari Misinformasi di Media Digital

Berdasarkan data dari Economist Intelligence Unit 2020, Indonesia berada di peringkat 61 dari 100 negara terkait dengan kesiapan menggunakan internet.

Posisi Indonesia lebih rendah dan tertinggal cukup jauh dari negara seperti (peringkat 22) dan (peringkat 33).

Ilustrasi internet. [fancycrave1/Pixabay]

“Dalam konteks Covid-19, maraknya misinformasi atau hoaks menunjukkan rendahnya literasi digital dapat mempengaruhi usaha pemerintah dan masyarakat untuk menangani pandemi,” lanjut Nadia.

Dia menilai, kemampuan literasi digital sangat dipengaruhi dengan kemampuan literasi baca tulis yakni kemampuan membaca, , mencari, menganalisis, mengolah dan membagikan teks tertulis.

Sayangnya, performa Indonesia di bidang literasi baca tulis termasuk rendah.

Baca Juga:
Mencegah Penyebaran Misinformasi di WhatsApp

Berdasarkan hasil dari survei Programme for International Students Assessment (PISA) tahun 2018, Indonesia berada di peringkat 71 dari 79 negara.

#Orang #Indonesia #Rawan #Tertipu #Hoaks #dan #Misinformasi

Sumber : www.suara.com

  • Share