Menteri PPPA Pimpin Pawai Kendaraan Listrik di IEMS 2022

  • Share
Menteri PPPA Pimpin Pawai Kendaraan Listrik di IEMS 2022

WMOTION.CO.ID – Hari listrik terbesar Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2022 kembali menggemparkan JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (30/9/2022). Puluhan kendaraan listrik lakukan pawai ke halaman Gelora Bung Karno (GBK) dipimpin langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan (PPPA) RI, I Gusti Ayu Bintang Darmawati.

Menteri PPPA RI, Ayu Bintang mengatakan pameran IEMS 2022 yang diinisiasi oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional () bersama Tranasportasi Indonesia patut diapresiasi dan didukung penuh lantaran banyak inovasi dan karya anak bangsa yang ditampilkan.

Menurut Ayu Bintang menambahkan, misalnya saja motor thrill yang menggunakan listrik.  inovasi tersebut sangat luar biasa dan belum pernah terpikirkan olehnya. Motor thrill listrik itu sangat dibutuhkan bagi masyarakat daerah yang memiliki medan terjal dalam bermobilitas.  

“Kita sih betul- betul mengapresiasi karena ini sudah merupakan kebutuhan era saat ini guna mengurangi pemanasan global dan membuat menjadi lebih ramah,” kata Ayu Bintang di lokasi Pameran IEMS 2022, JCC, Jakarta Pusat, Jumat (30/9/2022).

Dalam kesempatan tersebut, Ayu Bintang juga ikut memimpin langsung pawai kendaraan listrik di halaman sekitar JCC diikuti oleh sejumlah pejabat kementrian dan pengunjung yang sangat antusias menggunakan kendaran listrik milik para peserta pameran.

IEMS 2022 yang digelar selama tiga hari dari Rabu (28/9) sampai Jumat (30/9) diikuti oleh sekitar 60 peserta pameran yang terdiri dari perusahaan kendaraan listrik, perusahaan charging station dan perusahaan komponen kendaraan listrik di Indonesia. Sejumlah peserta yang berpameran di antaranya adalah; Nissan Indonesia, Wuling, Nissan, United Motor, Volta Motor, Davigo, B&D, Electronics, dan sejumlah perguruan tinggi sebagainya.

Diserbu PIMTI Perempuan Indonesia

Memasuki hari ketiga gelaran Indonesia Electric Motor Show 2022 perempuan yang tergabung dalam PIMTI Perempuan Indonesia ‘menyerbu; lokasi IEMS 2022 yang berada di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta. Tak hanya mengikuti seminar bertajuk: “Electric Vehicle for Lady Bikers”,  para perempuan itu juga langsung mencoba kendaraan listrik dalam prosesi konvoi kerndaraan listrik yang dipimpin langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati.

Ketua Presidium PIMTI Perempuan Indonesia, Sri Puguh Budi Utami menegaskan bahwa ia dan seluruh anggotanya mendukung penuh program Pemeritah dalam hal konversi dari kendaraan konvensional ke electric vehicle (kendaraan listrik). “Pastinya kami dari Ikatan Pimpinan Tinggi Perempuan Indonesia mendukung program ketika akan ada konversi dari kendaraan konvensional menjadi listrik,” ujarnya.

Utami juga berharap bahwa ke depan penggunaan kendaraan listrik yang masif akan dapat menciptakan udara Indonesia yang lebih segar. Selain itu ia juga menginginkan agar kendaraan listrik ini bisa lebih  mudah didapat dan murah harganya.

Ketika ditanya tentang apa yang sudah dilakukan PIMTI Perempuan Indonesia dalam mendorong percepatan kendaraan lisrik di Indonesia, iang mengungkapkan bahwa banyak anggota yang sudah memesan kendaraan listrik. “Banyak dari anggota kami yang sudah pesan kendaraan listrik, baik roda dua maupun roda empat. Prinsipnya kami mendukung program Pemerintah untuk mensukseskan perubahan kendaraan atau transisi dari konvensional ke listrik,” tegasnya.

Perempuan Pembeli Kendaraan Listrik

Apa hubungannya perempuan di kancah industri otomotif dan percepatan kendaraan listrik? menunjukkan bahwa 85 persen pembeli kendaraan listrik adalah perempuan. Tapi itu data di California (Amerika Serikat). Hal itu diutarakan wanita Indonesia Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi pada Talkshow IEMS 2022 bertajuk “Electric Vehicle for Lady Riders”, di JCC.

Menurut Eniya, data di California tersebut meningkat tajam dalam waktu sekitar tujuh tahun belakangan. “Di awal tahun 2015 perempuan pembeli kendaraan listrik sekitar 27 persen dan sekarang sudah berada di angka 85 persen,” kata Eniya.

Lalu bagaimana di Indonesia? Merefleksi data tersebut, kata Eniya, ada potensi perempuan di Indonesia untuk mendorong pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia.

Pemerintah sendiri memberikan satu kesempatan bagi perempuan di Indonesia untuk mendorong industri kendaraan listrik di Indonesia untuk tumbuh berkembang. “Kami juga sudah menginformasikan ke Kementerian bahwa data tersebut harus dikawal. Data ini adalah initial market bagi Pemerintah harus mebeli kendaraan listrik,” ujarnya.

Kata Eniya, dalam tiga tahun ke depan jika produk dari produsen kendaraan listrik terserap maksimal, maka produsen itu tiak akan mampu berkembang. “Untuk kendaran listrik roda dua kalau tidak dibeli sampai 1,8 juta unit dalam tiga tahun ke depan, maka dia tidak akan tumbuh. Lalu untuk roda empat sekitar 5.000 unit, dan bus 3.000 unit. Dalam waktu tiga tahun ini harus kita dukung,” imbuh Eniya.

#Menteri #PPPA #Pimpin #Pawai #Kendaraan #Listrik #IEMS

Sumber : www.suara.com

  • Share